Wednesday, January 28, 2009

Perihal Generasi Al-Quran

Masruq bin Ajda berkata, “Aku mengenal dekat para sahabat Nabi saw dan aku dapati mereka laksana tempat air, iaitu ada tempat air yang hanya cukup memberi minum satu orang, ada yang untuk dua orang, ada yang untuk sekelompok manusia, dan ada pula yang seandainya seluruh manusia mengambil bekalnya di situ, maka ia tetap mencukupi.


Mereka adalah orang-orang yang diberikan petunjuk oleh Allah swt dan mereka adalah orang-orang yang dengan mereka Allah mengeluarkan manusia daripada kegelapan kepada cahaya terang-benderang. Mereka telah berjasa kepada seluruh orang beriman, mereka mendapatkan pahala pada setiap nikmat yang didapatkan oleh setiap muslim dan muslimah.


Juga mereka mempunyai jasa dan keutamaan atas seluruh kaum muslimin sehingga kaum muslimin harus mengucapkan syukur kepada mereka dengan memuji mereka sebagai balasan atas segala kebaikan mereka itu.”

Tujuan hidup : Beribadah

Allah swt telah mewajibkan manusia beribadah kepadaNya. Ibadah adalah tugas asasi manusia dan merupakan tujuan hidup orang-orang beriman.


Setiap orang memiliki kemampuan untuk beribadah, baik melalui tangan, kaki, mulut, mata, telinga, fikiran, perasaan dan sebagainya. Disedari atau tidak, semua orang mengisi hari-harinya untuk beribadah (berbakti). Hanya saja, ada yang sedar bahawa ia sedang beribadah, dan ada yang tidak.


Orang-orang yang sehari-hari berbuat dosa, berlaku curang, menganiaya orang lain, memperturutkan kesenangan diri dan seterusnya, sebenarnya mereka beribadah juga, namun ibadahnya untuk hawa nafsunya sendiri.


Diminta atau tidak, setiap kita sudah beribadah. Maka alangkah baik jika ibadah itu seluruhnya diarahkan kepada Allah swt, bukan kepada selainNya. Inilah makna tauhid; dengannya kita akan memperolehi kekuatan di dunia dan di akhirat.





Dalil-dalil membuktikan kewujudan dan penciptaan Allah swt

Dalil wahyu telah membuktikan kewujudan dan keesaan Allah swt. FirmanNya, “Katakanlah, ‘Siapakah yang lebih kuat persaksiannya?’ Katakanlah, ‘Allah’. Dia menjadi saksi antara aku dan kamu, dan al-Quran ini diwahyukan kepadaku supaya dengan dia aku memberi peringatan kepadamu dan kepada orang-orang yang sampau Al-Quran (kepadanya). Apakah sesungguhnya kamu mengakui bahawa ada tuhan-tuhan (ilah-ilah) lain di samping Allah?” Katakanlah, “Aku tidak mengakui.” Katakanlah, “Sesungguhnay Dia adalah Ilah yang Maha Esa dan sesungguhnya aku berlepas diri daripada apa yang kamu persekutukan (dengan Allah).” (al-An’am, 6:19).


Dalil aqli juga membuktikan kewujudan dan penciptaanNya. FirmanNya, “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal.” (ali-Imran, 3:190).


Dalil fitrah juga membuktikan dan mengakui akan pemilikan dan penciptaan Allah swt. FirmanNya, “Dan (ingatlah), ketika Rabmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman) : ‘Bukankah Aku ini Rabmu?’ Mereka menjawab, ‘Betul (Engkau Rab kami), kami menjadi saksi.’ (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan, ‘Sesungguhnya kami (Bani Adam) adalah orang-orang yang lalai terhadap ini (penciptaan dan pemilikan Allah).’” (Al-A’raf, 7:172).


FirmanNya lagi, “Bahkan manusia itu menjadi saksi atas dirinya sendiri. Meskipun dia mengemukakan alasan-alasannya.” (Al-Qiyamah, 75:14-15).